Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Pesta Lomban

Pesta Lomban di Jepara pada awalnya adalah pestanya masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Jepara, namun dalam perkembangan pesta ini telah menjadi milik masyarakat Jepara umumnya. Pesta ini merupakan puncak acara dari Pekan Syawalan yang diselenggarakan pada tanggal 8 syawal atau 1 (satu) minggu setelah hari raya Idul Fitri.

Pesta Lomban oleh masyarakat Jepara sering pula disebut “Bakda/Bada Lomban” atau Bakda/Bada Kupat Yang disebut “Bada Kupat” karena pada saat itu masyarakat Jepara merayakannya dengan memasak “Kupat: dan “Lepet”.

Pesta Lomban diawali dengan pelarungan kepala kerbau ketengah laut oleh Bupati Jepara, sementara itu peserta Pesta Lomban menuju ke “Teluk Jepara” untuk melakukan perang laut dengan amunisi beraneka macam ketupat, lepet, Kolang-kaling. Setelah selesai “Perang Teluk” mereka mendarat dan memakan bekal yang dibawa dari rumah.

Puncak keramaian berlangsung di Pantai Kartini yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Taman Rekreasi Pantai Kartini yaitu hiburan dan aneka lomba seperti Lomba dayung, Lomba perahu hias, Lomba lorodan diatas air dan aneka lomba lainnya.

Perang Obor


Upacara tradisional “Obor-oboran” merupakan salah satu upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Jepara, khususnya desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara yang tiada duanya dia Jawa Tengah dan mungkin di seluruh Indonesia.

Obor pada upacara tradisional adalah gulungan atau bundelan 2 (dua) atau 3 (tiga) pelepah kelapa yang sudah kering dan bagian dalamnya diisi dengan daun pisang kering (jawa: klaras).

Obor yang sudah dinyalakan bersama untuk digunakan sebagaia alat untuk saling menyerang sehingga muncul pijaran api yang besar, akhirnya masyarakat menyebutnya dengan istilah “Perang Obor”.